Dewi's Blog

Kebaikan itu layak untuk diperjuangkan

PErjalanan di IStora

on 13 March 2011

Alhamdulillah, Allah emang ngasih sesuatu di saat yang tepat. hehe…
terimakasih juga ke mb nanik (mas agus sih sebenarnya) yang bulan kemarin2 yang rizki ku lewat kalian..hehe
terimakasih juga ke mb mega yang dari kemairn aku dapet rizki naek taksi gratis ke tempat yang aku ada urusan di dalamnya..^^
terimakasih juga ke penerbit2 buku dan penulis2 buku dan semuanya sehingga aku bisa menambah koleksi ilmu…^^ semoga bermanfaat bagiku dan orang lain…
nilai yang cantik sih y? 222…hehe
coba 212 entar jadi kayak wiro sableng dah

terkesan sombong ya? terkesan boros ya? mungkin juga sih, tapi aku lagi seneng karena dapat buku yang insya Allah bermanfaat jadi tidak menyesal. kan targetku = bikin perpus pribadi yang komersil alias tempat meminjam buku…nyari bukunya jangan yang baru-baru doank, tapi juga lama donk..makanya sekarang nyicil. iya gak?

walau kewalahan saat mau shalat sih pas di istora…
tadi ada pembahasan “sehatera di bawah naungan khilafah” atau apa ya? aku lupa…pokoke pembicaranya dari DPC HT…hm, walau aku curiga sekalian pamer partai (biasanya selalu begitu dan ternyata bener) pembicaranya tidak pernah mengucapkan hal-hal yang mendorong pendengarnya untuk mendukung partai tersebut, sejauh yang aku denger sih…tapi beliau lebih menggiring kita untuk berpikir besar…jika negara kita ini belum sejahtera secara Islam..beliau mengibaratkannya begini ;
penduduk INdonesia katakanlah 320 juta, ada 1 saja yang tidak bisa makan sedangkan yang lain bisa makan…apakah 1 orang itu bisa dikatakan sejahtera? TIDAK!!!
jika ada 1 saja yang tidak bisa menutup auratnya dengan baik, sedangkan yang lainnya bisa, apakah 1 orang tersebut bisa dikatakan sejatera? TIDAK!!
sejahtera dalam ISlam artinya secara INdividu, bukan secara rata-rata…nek kalo secara rata-rata Abu Rizal Bakrie bisa mengeliminasi 100 juta penduduk Indonesia yang miskin dan tidak sejahtera lah..makanya mereka yang miskin dan tidak sejahtera tidak terlihat oleh “perhitungan rata-rata” tersebut (maaf nyebut nama..yang paling terkenal kayanya sekarang Pak Ical soalnya)
lalu siapa yang salah?
apa yang harus dilakukan?
ingat ada kafir dimmi? kata pak rokhmat, pembicaranya itu, mengatakan seakan-akan kita itu juga muslim dimmi…(geli juga mendengarnya) mengapa? karena saat ini pemerintah Indonesia sedang menggunakan sistem entah kapitalis/plurelisme,dll istilahnya aku gak mudheng….
yakh pokoknya beliau juga menyalahkan aturan-aturan negara yang tidak mendukung muslim lah…
hm..bener juga kata bapaknya, tapi aku jadi kepikiran juga sih…
kenapa selalu menuntut ke atas? jika ada pemimpin yang dzalim aku lebih cenderung suka untuk menggantinya.
menjadi pejabat butuh uang? memang sih, tapi apakah jadi pejabat seperti Pak Tif, Pak Hidayat NW, Pak Anis Mata, sapa lagi ya yang kira2 tidak menggunakan harta yang tidak halal untuk “MELAMBUNGKAN” nama mereka agar dikenal Indonesia?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: