Dewi's Blog

Kebaikan itu layak untuk diperjuangkan

ini lah aku…antara kejujuran pikiran dan niatku dengan kesombongan tersembunyiku…

on 18 March 2011

Aku tidak tahu anggapan orang lain gimana….aku tuh orangnya lurus-lurus aja pikirannya(menurutku sih) jika aku suka, aku akan melakukannya,jika gak suka ya udah…kutinggalin.
Asal tidak bertentangan dengan syar’I yang sejauh ini kupahami sih ya
Contoh aja…
Temen sekamarku ingin kita berdua make sandal pas di ruangan karena beliau pernah mendapati kakak kost masukin sepatu ke lantai kamar kami, temenku langsung berpikir jika kakak kost merasa kamar kami kotor kayak jalan di luar kamar ma ruang tv..dan beliau emang suka bersih juga sih (kadang-kanga…hehe) tapi dari awal aku langsung bilang “oke…dirimu silahkan saja make sandal,tapi aku nggak mau!” titik..gak ada nego
Sebenarnya karena aku langsung kepikir sih
1. Aku nggak mau berubah karena ada orang yang menekanku (dalam hal ini kasus kakak kost-an)
2. Kedua aku takut untuk menjadi sosok orang yang terlalu cinta bersih sehingga akhirnya aku tidak bisa menolerir “kekotoran” lalu bagaimana besok jika aku memang ingin bergelut di dunia yang kotor?
3. Ketiga karena aku nggak mau punya kebiasaan seperti itu yang akhirnya anakku menirunya dan dia menjadi orang yang tidak flexible karena terlalu terbiasa bersih. Aku mau dia seperti Fatimah yang bahkan mau menjunjung air dari sumbernya ke rumahnya sendiri. Dia mau berusaha keras dan dia mau kotor.
4. Kerapian oke…tapi jika masalah debu…hm…biasa aja tuh
5. Sekali lagi aku tidak mau berubah jika itu memang tidak membawa kemaslahatan umat. Haha kalimat lebay…
Lalu suatu hari tiba-tiba beliau membelikanku sandal. Hm baik bener sih beliau ,dan jahatnya aku saat mengatakan “dirimu make aja, tpi maaf ya…aku tidak bisa make”
“kenapa?”Tanya beliau
“kan udah kubilang dari awal aku tidak mau make” mungkin beliau lupa jika ucapan seorang muslim itu bisa dipegang ^^…haha..lebai juga sih ya. Insya Allah jika sekali tidak maka tidak…kecuali jika aku tidak melakukannya maka hilang keutamaan yang seharusnya bisa kuperoleh. Biasa…jamaah shalat.
Kasus dua
Hm…lalu kejadian ini baru tadi…setelah aku mengatakan apa yang kurasakan, aku rasa aku jadi terlihat menjadi manusia sombong dan caper di mata mereka padahal andai mereka tahu isi hatiku.aku mengatakan saat diberi dua pilihan, aku milih kedua2nya tanpa piker panjang. Sebenarnya bukan karena apa sih ya…
1. Pertama Aku suka membantu yang kira-kira tidak dilirik orang (untuk kali ini) padahal pekerjaan itu berat dan hanya sedikit orang yang bekerja (sejauh ini aku dan beliau yang bekerja untuk hal 1 itu)
2. Aku tidak suka jika amanah yang diberikan orang kpada kita akhirnya disepekan, dibuat lama, semau gue, dan sebagainya. Aku suka menyelesaikannya dengan cepat dan melakukan pekerjaan yang efektif!! Dan cepat!! Hehe
3. Aku ingin pekerjaan itu selesai saat berada di tanganku!! Tak perduli aku tidak makan atau bahkan waktu istirahatku kugunakan untuk bekerja. Itu semua kulakukan karena aku menyukainya dan aku tidak mengharap pujian orang lain (amin…semoga senantiasa bisa memperbaiki niat dan menghalau bisikan2 jahat dari syetan)
4. Aku tidak suka menganggur. Jika mengaggur jiwaku bisa makin lama akan mati…tidak kreatif, tidak mau bergerak. Aku tidak suka itu. Aku manusia, bukan hewan maupun robot!! Bahkan hewan pun senantiasa mencari rizki yang dibagikan kepada mereka oleh Allah SWT.
Tau gak sih..saat bapak2 dari atsa yang menjaga barisan depan mengatakan” temen2mu ada di depan”
Aku langsung mengatakan
“nanti mubadzir pak jika aku disana”
“oh iya..iya bener2” aku jadi merasa sedikit bangga. Mengingt aku memilih hal yang lain dari yang lain…(aju juga sedikit menyesal karena dengan kehadiran beberapa temenku disana, kinerja pegawai yang sebenarnya (beberapa sih) ada yang berkurang)
Ada kasus ketiga
Aku sekarang suka make jilbab lapis dua. Pernah suatu hari aku memakai kain dobel an yang guntingannya bener2 parah. Ibu kasi, atasan lah bisa dibilang, langsung mengatakan “mbok ya di jahit biar rapi…”
Aku cumin ketawa dan membalas “males bu…”
Dan aku tetap pedhe aja tuh make itu…gak merasa down karena di”kritik” smapai segitunya…
Aku cuek? Mungkin saja…tapi gak juga…walau aku tetep make daleman jilbab yang guntingannya ngawur itu, aku letakin dan kuposisikan di tempat yang kira-kira bisa menyembunyikan ketidakrapiannya…mungkin karena jadi sadar ingin rapi sedikit kali ya…sedikit tapi.
Aku menemukan orang yang bener-bener bisa dibuat “akhirnya berubah menjadi seperti yang disaranin orang” saat dia diberikan saran/kritik/protes dari orang lain. Aku merasa hidupnya sungguh menderita…kita tidak bisa bertindak berdasarkan apa yang nyaman dan benar bagi kita dan secara umum juga benar, tapi bertindak juga berdasarkan tuntutan public. Aku takut jika menjadi orang seperti itu, prinsip pun bisa digadaikan….bukan digadaikan sih ya…dinomor sekian kan kali ya yang bener. Pokoknya gitu deh…
Aku baru nemuin satu orang unik itu sih ya…sejauh ini aku mengenal orang2 yang begitu tegar dan tegas namun memiliki dasar dalam bertindak, dan saat menemukan orang dengan tipe seperti ini membuatku antara kasihan dan kasihan..tau akh perasaanku bagaimana. Tapi emang kasihan sih beliaunya…tau akh, itu lingkungannya yang terlalu menuntut atau beliaunya yang merasa dituntut?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: