Dewi's Blog

Kebaikan itu layak untuk diperjuangkan

21/01/2014

on 22 January 2014

pagi tadi bermimpi
sesuatu yang membuatku berteriak dengan yakin dan menyedihkannya
“aku belum siap, mohon beri kesempatan lagi”
emang benar ya..kematian itu bikin orang belajar
walaupun mimpi ku tidak terkait dengan kematian sih, cuman saat kesempatan itu sudah ditutup
mau gimana lagi? janji Allah itu pasti
tapi aku yakin Allah Maha Pengasih dan Penyayang
aku hanya bisa terus berdoa
sebanyak apapun dosa ku dan kesalahanku dan keluargaku…mohon diampuni Nya dan memasukkan kami ke dalam golongan orang2 yang beruntung mendapatkan rakhmatNya masuk surga Nya nanti
ah iya..mau ku rekam mimpi ku ini di sini, untuk pengingatku, karena bisa jadi itu warning bagiku kan?
mengingat masih banyak kegiatanku yang gak bermanfaat
dan masih sedikit amal kebaikanku
mimpiku..tempat sekitar rumahku, tapi bukan rumahku..lha wong cuman sungai, ada pohon2 di ujung sana, dan kami..aku, teman2ku waku kuliah ada di seberangnya
dan matahari muncul dari barat
yang bikin aku heran waktu itu adalah waktu kita mau sedang shalat berjamaah malem2 tiba suasana berubah jadi terang sedikit demi sedikit dan saat melihat ke kiri, ada matahari (yang anehnya bentuknya aneh) di sebelah barat.
lha?
beneran sekarnag ya?
lha gimana donk? batas untuk bertaubat …dah habis waktunya.
uaaa….
panik aku melihat mataharinya…lalu tiba2 kepikir “eh, bulannya mana?”
bulannya menghilang gak ada dan mataharinya berubah jadi beberapa segmen berbentuk sinar2 yang berkumpul di atas air..
huh? mataharinya jatuh di atas air?
lalu ada yang narik kedua bahuku, dan mataku masih ngeliatin teman2ku yang masih pada shalat padahal suasana udah kayak gitu paniknya (akunya doank sih)
ua..kirain malaikat pencabut nyawa ya?
langsung deh teriak “aku belum siap, mohon beri kesempatan lagi”
dan aku terbangun di kamar yang terlihat unfamiliar..
:d sedang di tempat mb ku di bekasi
huft

dan pulang dari sana..untuk pertama kalinya aku jatuh dari motor karena gak ngeliat lubang gedhe yang ke isi air hujan. maklum..waktu itu pulang saat adzan subuh aja belum berkumandang.
alhmadulillah gpp sih..cuman sedihnya lagi adalah motor2 di belakang cuman pada lewat

aku jadi berpikir2 dan mengingat2…apakah aku pernah melakukan hal yang sama sampai Allah tidak membantu ku melalui makhlukNya?
dan teringatlah aku beberapa sampai sekarang saat aku pernah membiarkan 2 motor tabrakan padahal bisa jadi aku cepat tanggap dan menghentikan salah satu motor biar gak tabrakan. pas mereka bis tabrakan pun aku cuman bisa bengong gak bisa bantuin karena yang jatuh itu bapak2 dan motornya motor gedhe, aku nyoba nggeser stang nya aja gak kuat…
walhasil cuman lenggang kangkung.
atau bisa jadi saat aku mendengar kisah sedih temenku, aku gak merasa simpati
padahal dibanding saat melihat cerita sedih di film, nangisnya mpe harus nyiapin se pak tissu
uwaaaa..jadi kepikiran..amal apa yang bisa ku bawa ya?
masih saja merasa kurang kurang kurang..belum lagi yang bisa hilang begitu saja karena riya ku..
hicup..
mau jadi apa sih ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: