Dewi's Blog

Kebaikan itu layak untuk diperjuangkan

Refleksi menjelang akhir tahun

on 21 November 2014

sudah hampir empat tahun saya bekerja di sini..t.empat yang paling sering diburu dan dinanti untuk pendaftarannya.
goverment employee..
kebanyakan orang indonesia mungkin lebih suka dnegan orang2 seperti itu dan merasa jeolous bila ada orang lain yang mendapatkannya dan dia tidak
walaupun tidak sedikit orang yang merasa muak dengan mereka juga. knp? mungkin karena salah satunya orang seperti saya dduduk disini menghabiskan waktu dan menginjak injak kepercayaan yang telah diamanahkan kepada saya.

sejak aku bertemu dengan teman yang bekerja di perusahaan swasta, aku merasa diriku kecil sekali. dengan kerja keras beliau dan dedikasi beliau dan tanggung jawab yang beliau lakukan..aku merasa diriku seperti debu dan beliau adalah batu besarnya. kereeen
tanggung jawab beliau yang tidak maen2 saat mengerjakan tugas dan kewajibannya…
hadiah yang Allah berikan kepadanya dengan dedikasinya itu…bertemu dengan rumah Allah di makkah..ka’bah “walaupun” dengan umrah.
itu sudah membuatku cemburu …
refleksi tindakanku sejauh ini

orang2 sepertiku …aku merasa tidak pantas untuk mengatakan “mana reward negara kepada pegawai DJP, padahal kita pencari duitnya”
aku merasa malu bila sampai kepikiran begitu ..kenapa?
karena aku yang sekarang..tidak bisa mengatakan “ya Allah, aku udah semuanya kukerahkan untuk bisa melakukan tugasku” saat aku masih bisa :
1. nge game hay day
2. makan siang mpe jam 2 baru selesai
3. waktu shalat tidak kupakai shalat, tapi malah kupake untuk mbaca komik dan akhirnya aku make jam kerja untuk shalat
4. make waktu untuk ngobrol, curhat gak jelas dengan pegawai lain
5. belanja ke pasar untuk keperluan pribadi
6. ngerjain tugas dari tempat lain
7. nge hang (orangnya ..) waktu jam kerja
pokoknya…aku tidak maksimal, walaupun bilang maksimal.
maksimal itu..bahkan kau tidak akan bisa punya waktu untuk berhandai2 dan bercanda ria.
kerja butuh refresing? iya…dan dari 8 jam kerja..refresingnya bisa 4 jam sendiri. omong doank!!!
aku tau aku masih jauh dari sempurna , dan aku tahu banyak pegawai di kepemerintahan yang lebih parah dari aku.
T.T
pantas saja Allah belum ridla penerimaan pajaknya bisa tercapai dan kehidupan di sini masih amburadul…
saat kita menyebar keburukan dan kebencian…bagaimana bisa tumbuh cinta?
T.T duhai….sang pembolak balik hati.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: