Dewi's Blog

Kebaikan itu layak untuk diperjuangkan

22 oktober 2015

on 22 October 2015

Hari ini saya melihat video yang diupload seorang istri di youtube…di 5 tahun pernikahan beliau. Yang menyampaikan betapa berat dan menyakitkannya keputusan beliau untuk mau dipoligami…
Dan dengan besar hati, dan tidak ingin membuka hal tentang suaminya, beliau tidak memberitahukan alasan mengapa suaminya ingin menikah lagi.
Sebelum saya menikah 19 april 2015…saya sudah membaca entah berapa tulisan tentang poligami dan sakitnya hati seorang istri yang dipoligami…saat itu saya masih polosnya berpikir “ah..mungkin jika saya di poligami, saya biasa aja tuh..apalagi kerjaku dari pagi mpe malam”
Dan di awal awal bulan saya menikah dengan suami saya ..yang baru saya kenal lebih jauh setelah kami menikah (proses taaruf-pen) ah..bukan di awal bulan…bahkan di hari pertama saya berada di rumah beliau..saya sudah menanyakan hal tersebut…dengan memandang matanya..
“apakah mas berencana akan menikah lagi?”
Aku yakin beliau kaget karena dengan sikapnya yang terdiam sejenak lalu menyatakan “tentu tidak lah”
Saya tidak bisa menjamin beliau masih sama setelah kami menikah cukup lama nantinya, akhirnya aku mengatakan kembali kepada beliau
“jika mas ingin menikah lagi, jangan diam diam ya..kasih tau saya ya…”
“apaan sih?saya nggak kok ”
Nekad, saya lanjutkan ucapan saya yang kurang lebih “jika mas ingin menikah lagi..harus dengan wanita yang lebih baik dan berilmu dari saya ya…karena kebanyakan wanita menjadi istri kedua itu jika dirinya tidak berilmu, malah bikin kacau”
Saya lupa jawaban beliau apa..seingatku beliau menolak untuk menikah lagi. Dengan alasan maisyah yang takut gak cukup dan beliau yakin banget gak bakalan cukup. Hehe..padahal Allah Maha Kaya…hamba Nya takut gak cukup…
Karena kami LDR an dan biasanya saya yang pulang ke rumah suami seminggu sekali. Beberapa kali saya menanyakan hal yang sama..karena pikir saya…sebelum hati ini berat berbagi hati suami…sebelum hati ini terlalu cinta yang membuat ku tidak rela untuk berbagi..
Dan beliau menjawabnya selalu dengan seloroh seperti “punya istri satu aja jika ngambek pengen makan di WS..apalagi dua..bisa bangkrut saya”…atau terdiam kemudian mengatakan untuk tidak usah membalasnya lagi. apalagi saat saya mengalami hal yang belum pernah saya alami seumur hidup….yang menimpa beberapa kaum perempuan baik dari sejak zamannya Rasulullah SAW sampai sekarang…
Dan dengan bertambahnya usia pernikahan kami…semakin lama…semakin berat hati ini membayangkan suami dengan wanita lain. Dan saat aku mengutarakan hal itu lagi..tiba tiba aku terdiam..dan menangis..
“tuh kan…malah nangis..” aku hanya bisa terdiam tidak bisa bicara…akh hati…baru juga kenal beliau beberapa minggu dan hati ini udah smakin lama semakin tidak rela berbagi dengan yang lain..
Seperti prediksi awalku.
Dan beberapa minggu ini aku tidak menanyakan ke beliau perihal poligami lagi..mungkin karena aku yang smakin tidak sanggup..atau karena kesibukn kami yang bertambah.
Tapi…jika pun beliau menikah lagi…aku tetap ingin beliau bilang kepadaku dan wanita tersebut harus lebih baik dan berilmu dari aku…walaupun saat ini, membayangkannya saja rasanya sudah sakit hati ini…tapi Semoga saat itu terjadi..hati ku kuat menanggungnya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: