Dewi's Blog

Kebaikan itu layak untuk diperjuangkan

10 maret 2016

on 10 March 2016

di kantorku kini, geliat kegiatan spt tahunan mulai terasa…mulai rame, mulai lebih sibuk dari sebelumnya.

hanya saja karena kerjaanku gak terlalu bersinggungan lagi, akhirnya aku masih pengangguran.

kerjaan yang sebenarnya bisa dikerjakan seminggu pemantauan, seminggu laporan…jika semua data tersedia..heuheu.

cuman karena data nya gak tersedia,  bahkan dah hapir 1,5 bulan belum kelar juga. sedih sih, tapi akunya cuman diam di kursi.hahahaha…

tiap kali teringat teman temanku, aku teringat senyum mereka, karena mereka memang suka tersenyum. walaupun ada beberapa teman yang aku ingat saat ekspresi mereka sedang berpikir, hehe…mungkin karena karakternya emang pemikir. hem, aku kepikiran..saat temenku ingat aku, bagaimana kondisi wajahku/tampilanku saat diingat temanku ya? tersenyumkah ? atau cemberut?

teringat temanku, teringat teman pria ku…maksudku teman temanku yang laki laki, aku sendiri tidak suka berteman dengan mereka, dan aku paling tidak suka dekat dengan mereka. bukan apa sih, cuman jika dekat, nanti jadi terbiasa duduk bersama, lalu syetan dengan mudahnya menyatakan “gak papa” saat tak sengaja kami bersinggungan..gak kulit sama kulit sih..tapi bisa bahu sama bahu dsb. selain itu aku tidak suka jika ad ayang melihatku duduk berdua dengan anak laki laki, lalu ada muslim lain yang melihatnya lalu berpikir jika hal itu adalah hal yang wajar.

…pernahkah engkau membaca terkait Rasulullah berdua di tengah keramaian dengan wanita yang bukan mahramnya? atau pernahkah engkau membaca/tahu tentang istri Rasulullah yang berdua dengan bukan mahramnya? bahkan aisyah radiallahu’anhu yang pernah sekali seumur hidupnya karena dia ketinggalan rombongan, lalu sahabt menuntun untanya…itu aja sampai diminta pulang Rasulullah ke rumah kedua orangtuanya dan tidak di ajak bicara Rasulullah sampai turun ayat Al quran yang menerangkan kejadian tersebut.

dan ingin saya terbiasa dduduk berdekatan dengan laki-laki? bahkan memikirkannya pun tak mau…

pernah akhirnya aku mentolerirnya, dan akhirnya mbonceng temenku laki laki (aku sih naruh tas di antara kami) dan naik ojek beberapa kali..berkali kali dan alhamdulillah sekarang aku tidak mau lagi..apalagi suamiku tidak ridla jika aku naik motor berdua dengan laki laki lain yang bukan mahramku…semoga istiqomah T.T

hal kecil menurut sebagian orang, tapi dosa kecil tidak akan menjadi dosa besar jika tidak dilakukan berulang ulang, dan tidak ada dosa besar jika selalu diistighfari…

#catatan karena mau kerja, tapi harus ke lantai tiga dulu, konfirmasi data…tapiiii..naik lift nya itu loooh

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: